BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Terdapat dua jenis luka, yang bisa terlihat secara fisik dan tidak.
Trauma, merupakan salah satu luka yang tidak bisa dilihat secara fisik karena bentuknya bisa berupa memori, memori yang terus menerus muncul meski pemicunya adalah hal yang tidak ada kaitannya.
Secara definisi, trauma adalah sebuah reaksi emosional yang mendalam terhadap pengalaman seseorang yang bisa membuatnya terkejut, tersakiti atau merasa terancam.
Baca Juga: Perbandingan Manfaat Biji Kopi Arabika dan Robusta untuk Kesehatan
Selain itu, bisa saja seseorang yang telah menjalani hidup selama bertahun-tahun tidak menyadari bahwa dirinya memiliki trauma.
Karena rasa cemas, marah, atau kelelahan mental dianggap hal biasa. Padahal, bisa jadi itu adalah cara tubuh dan pikiran manusia memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang belum selesai.
Tidak Selalu Harus “Peristiwa Besar”
Kata trauma memang identik dengan kecelakaan, bencana alam, atau kekerasan fisik.
Baca Juga: 5 Tips Solo Traveling, Nikmati Long Weekend dengan Liburan yang Menyenangkan
Namun, trauma tidak selalu muncul dari satu peristiwa besar. Trauma juga bisa lahir dari pengalaman kecil yang terus-menerus, seperti sering dimarahi saat kecil, tidak pernah didengarkan, atau merasa selalu gagal memenuhi harapan orang lain.
Trauma semacam ini mungkin tidak tampak jelas, tetapi bisa memengaruhi cara seseorang memandang sesuatu, seperti orang lain atau dirinya sendiri.
Tanda-Tanda yang Sering Tak Disadari
Trauma bisa hadir dalam banyak bentuk. Kadang berbentuk perasaan gelisah yang muncul tanpa sebab, mimpi buruk, atau ketakutan terhadap sesuatu yang seharusnya netral.
Baca Juga: Amankah Minum Kopi Setiap Hari? Ketahui Manfaat dan Risiko beserta Efeknya bila Berlebih
Beberapa orang juga bisa menjadi sangat tertutup, mudah tersinggung, atau terlihat sangat “sibuk” untuk menghindari rasa sepi.
Secara fisik, trauma juga bisa memicu keluhan-keluhan seperti kelelahan kronis, gangguan tidur, nyeri otot, sampai masalah pencernaan. Meski secara medis, penyebab jelasnya tidak ditemukan.
Perilaku pun bisa berubah. Ada yang mulai menghindari tempat tertentu atau merasa tidak nyaman berada di keramaian.
Baca Juga: Ketahui Pengertian dan Penyebab Mati Lemas, Bisa Terjadi pada Siapa Sajtrauma
Semua itu bisa jadi adalah cara tubuh untuk mencoba “mengatur ulang” rasa aman yang hilang.









