BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Mati lemas atau disebut juga asfiksia, adalah kondisi dimana tubuh seseorang kekurangan oksigen dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan kesadaran atau bahkan kematian.
Mati lemas dapat disebabkan oleh dua faktor, yakni pengaruh eksternal (luar tubuh) seperti tenggelam dan internal (dalam tubuh) seperti gangguan pernapasan.
Penyebab Umum Mati Lemas
Mati lemas dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
Baca Juga: Makanan Ringan Indonesia Sukses Masuk Pasar Afrika, Ekspor Perdana Tembus Pantai Gading
- Tenggelam atau yang membuat saluran pernapasan tertutup sehingga oksigen tidak ada yang bisa masuk ke paru-paru.
- Tercekik (Strangulasi), yakni tekanan pada leher atau saluran napas yang dapat menghentikan aliran oksigen.
- Menghisap gas beracun (seperti karbon monoksida) sehingga menggantikan oksigen dalam darah dan menyebabkan kekurangan oksigen di otak dan organ vital lainnya.
Baca Juga: Mapmaster AI, Asisten Digital Cerdas untuk Profil Bisnis Google Anda
- Tersedak karena makanan atau benda asing lain yang dapat menyumbat saluran pernapasan.
- Serangan asma parah, atau ketika saluran napas menyempit drastis dan membuat tubuh kesulitan untuk mendapatkan oksigen.
- Reaksi alergi berat (anafilaksis) yang mengakibatkan pembengkakan pada saluran pernapasan sehingga sulit untuk bernapas.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Komponen Otomotif Selain Oli yang Sering Dipalsukan
- Kompresi dada atau posisi tubuh tertentu. Dalam beberapa kasus, posisi tubuh yang salah (misalnya pada korban kecelakaan atau kekerasan) bisa menekan paru-paru dan saluran pernapasan.
Gejala-Gejala Mati Lemas
- Kesulitan bernapas.
- Wajah membiru atau pucat.
Baca Juga: Setetes Darah untuk Sesama, PLN Icon Plus Gelar Aksi Kemanusiaan di Semarang
- Bibir dan kuku berwarna kebiruan.
- Kehilangan kesadaran.
- Detak jantung melemah atau tidak terdeteksi.
- Kejang (pada tahap lanjut).
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada otak.
Baca Juga: PLN Icon Plus Gelar ICONNET Virtual Academy untuk Perkuat Strategi Penjualan
Tanpa pasokan oksigen, otak hanya bisa menoleransi 5 sampai 10 menit saja.
Penanganan dan Pertolongan Pertama
- Panggil bantuan medis.
- Jika korban tidak sadar dan tidak bernapas, lakukan CPR (resusitasi jantung paru).
- Jika korban tersedak, lakukan teknik Heimlich maneuver.
- Jika tenggelam, segera keluarkan korban dari air dan periksa pernapasannya.
Baca Juga: PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Human Capital Awards 2025
- Jika terkena gas beracun, segera bawa korban ke udara terbuka.
Pencegahan Mati Lemas
- Awasi anak-anak saat berenang atau bermain air.
- Hindari tidur di dalam mobil dengan mesin menyala di ruang yang tertutup.
- Simpan benda kecil jauh dari jangkauan anak-anak.
- Gunakan masker atau alat pelindung lainnya saat bekerja di area dengan risiko paparan gas.
Baca Juga: ULTIMA – Easy Charging, Easy Living: Trobosan Besar PLN Icon Plus Ciptakan Green Energy Indonesia
- Pelajari pertolongan pertama dasar, termasuk CPR dan penanganan tersedak.










