SMARTLIFE.ID – Setelah menjalani ibadah Ramadan dengan penuh kedisiplinan, semangat pengendalian diri kini diajak untuk berlanjut dalam bentuk yang lebih kontekstual: gerakan “puasa energi.”
Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Hening Parlan, mengajak warga Muhammadiyah dan masyarakat luas untuk menjadikan kebiasaan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Dalam forum Gerakan Subuh Mengaji yang digelar secara daring, ia menekankan bahwa puasa energi adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus wujud keimanan yang aplikatif dalam kehidupan modern.
Baca Juga: MLBB x OPPO Smooth Legend Cup, Dominasi Thailand & Filipina di Dua Kategori Bergengsi!
“Gerakan puasa energi adalah bentuk efisiensi energi, sebuah komitmen individu dan komunitas untuk mengurangi penggunaan listrik dan air, sebagaimana yang telah kita praktikkan selama Ramadan,” ujar Hening dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, puasa energi mencakup kebiasaan sederhana seperti mencabut colokan listrik saat tidak digunakan, mematikan AC, lampu, TV, dan kipas angin ketika tidak diperlukan, serta menghemat penggunaan air.
Menurut Hening, jika seluruh warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di seluruh Indonesia menerapkan langkah ini, dampaknya akan sangat signifikan.
“Bayangkan jika masjid, perkantoran, sekolah, kampus, rumah sakit, dan semua aset Muhammadiyah menjalankan puasa energi. Ini adalah langkah kecil namun nyata untuk menyambut era energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Baca Juga: OPPO x MLBB Gelar Turnamen Esports Terbesar se-Asia Tenggara, Jakarta Jadi Saksi Aksi Para Legenda
Hening menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya soal penghematan, tetapi juga wujud tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari amanah keimanan.
Ia berharap puasa energi dapat menjadi budaya baru di kalangan Muhammadiyah dan masyarakat luas, sekaligus mempersiapkan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Acara Gerakan Subuh Mengaji yang dihadiri secara daring oleh berbagai komunitas Muhammadiyah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan umat.
Baca Juga: Pelajaran dari Workshop TransNusa, Mengajarkan Empati pada Anak Lewat Simulasi Kursi Roda
Hening mengakhiri sambutannya dengan optimisme bahwa langkah sederhana ini akan membawa perubahan besar bagi masa depan bumi.







