Beranda / News / UNS Buka Suara Terkait Mahasiswi yang Lompat ke Sungai Bengawan Solo, Ungkap Sudah Lakukan Pendampingan dan Rekomendasi Psikiater

UNS Buka Suara Terkait Mahasiswi yang Lompat ke Sungai Bengawan Solo, Ungkap Sudah Lakukan Pendampingan dan Rekomendasi Psikiater

SMARTLIFE.ID – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dikejutkan dengan kabar salah satu mahasiswanya yang melakukan tindakan ekstrem.

Mahasiswi dengan inisial DA tersebut lompat ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Jurug, Surakarta pada Selasa, 1 Juli 2025.

Sekretaris Universitas yang juga sebagai Juru Bicara UNS, Agus Riwanto menyampaikan bahwa kampus mendapatkan informasi dari media sosial yang menampilkan video seorang driver ojek online yang memberikan kesaksian tentang peristiwa dugaan bunuh diri di Jembatan Jurug sisi selatan.

Baca Juga: Agam Ceritakan Evakuasi Juliana Marins, Ungkap Kondisi Jenazah Korban Setelah Terjatuh ke Jurang Rinjani

“Setelah UNS melakukan cek dan ricek atas informasi tersebut dan ditemukan bahwa benar, pelaku percobaan bunuh diri tersebut adalah mahasiswi UNS berinisial DA (Perempuan),” ujar Agus, dikutip dari laman resmi UNS pada Rabu, 2 Juli 2025.

Dari keterangan Agus diketahui bahwa DA adalah mahasiswi asal Temanggung yang lahir pada 19 April 2003.

“Mahasiswi tersebut dari Program Studi D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Sekolah Vokasi UNS angkatan 2021 semester 8,” imbuhnya.

Baca Juga: Review Series Horor Komedi Bernuansa Hukum, Oh My Ghost Clients

Hasil klarifikasi pihak kampus didapatkan informasi bahwa DA telah menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025.

Ia juga sudah direkomendasikan untuk melanjutkan proses untuk mendapatkan bantuan ke psikiater.

Masih mengutip dari laman UNS, mendiang terus mendapatkan pendampingan sampai dengan sebelum peristiwa dugaan percobaan bunuh diri itu terjadi.

Baca Juga: Hamdan ATT Tutup Usia, Menelusuri Kembali Jejak Sang Legenda Dangdut Indonesia

“Yang bersangkutan mempunyai masalah kejiwaan dan riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa,” terang Agus.*

Tag: