SMARTLIFE.ID – Animasi Puparia, akhir-akhir ini viral karena pesan yang ingin disampaikan oleh pembuatnya-Shingo Tamagawa, yakni kritik terhadap industri animasi di Jepang, berdasarkan yang beredar di Tiktok.
Karena ia pernah bekerja dalam industri animasi itu sendiri, ia akhirnya memutuskan untuk membuat animasi yang dibuat oleh dirinya sendiri.
Berdasarkan wawancara yang terdapat di channel YouTube Archipel tentang latar belakang Shingo Tamagawa dalam membuat film tersebut, ternyata lebih daripada itu.
Baca Juga: Tahun Bersejarah Polytron, Mobil Listrik Pertama yang Ramah Lingkungan Siap Meluncur 6 Mei 2025
Ia menceritakan apa yang ia rasakan sebagai seorang seniman yang rasanya tidak memiliki kebebasan untuk berekspresi saat berada dibawah industri animasi karena tujuannya yang bersifat komunal.
Ia tidak menampik bahwa untuk memikirkan keuntungan penting-karena ia pun tetap berada di industri animasi untuk membantunya secara finansial menyelesaikan animasi Puparia.
Namun, ia menyayangkan bahwa industri animasi di Jepang sepertinya mulai kehilangan arah karena tidak lagi seperti dulu yang terkesan lebih otentik dengan cara pembuatannya yang manual.
Tetapi, ia pun tidak merasa bahwa semua animator harus menggunakan metode yang sama karena yang terpenting adalah kebebasan bagi para animator untuk mengekspresikan emosi masing-masing melalui media animasi.
Seperti Shingo Tamagawa dengan animasi Puparia-nya yang dibuat selama 3 tahun untuk durasi 3 menit.
Dalam wawancaranya, ia juga menjelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan membuat animasi sendiri, terutama karena tingkat kesulitannya.
Namun, dengan kebebasan yang ia punya karena sendirian, ia benar-benar bisa menuangkan emosinya secara penuh kedalam animasi tersebut.
Animasi Puparia sudah tayang di Channel YouTube Shingo Tamagawa!









