SMARTLIFE.ID – Untuk membantu tumbuh kembang emosional anak, diperlukan hubungan yang bermakna antara anak dan orang tua.
Salah satu indikatornya adalah seberapa terbuka anak kepada orang tuanya.
Tetapi, hal tersebut juga menjadi kendala bagi beberapa anak yang cenderung tertutup sehingga enggan berbagi cerita kepada orang tuanya.
Baca Juga: Tarian Aura Farming Warnai Selebrasi Kemenangan Marc Marquez di MotoGP Jerman
1. Ciptakan Suasana yang Aman dan Nyaman
Buat anak merasa aman secara emosional, agar mereka lebih terbuka.
Dengan mengkritik secara wajar tanpa merendahkan, menghindari penilaian yang terlalu awal dan juga menahan amarah dapat menunjukkan bahwa orang tua adalah tempat yang nyaman untuk anak terbuka.
Misalnya, saat anak tidak berhasil mendapatkan nilai yang bagus, tanyakan perasaannya, kemudian ajak ia bercerita apabila berkenan untuk menjelaskan alasannya.
Baca Juga: Ribuan Pelamar Kerja Padati Jalan Siliwangi Cianjur, Antrean Mengular Demi Posisi di Toko Ritel
2. Dengarkan Dulu Sebelum Berbicara
Anak yang tertutup biasanya karena orang tua yang tidak ingin mendengarkan anak sampai menyelesaikan ceritanya, langsung dihakimi di tengah cerita.
Dengan begitu, anak akan merasa bahwa orang tua bukan pendengar yang baik karena mudah menghakimi.
Sehingga, cobalah untuk mendengarkan anak sampai akhir dan setelah berakhir pun, tanggapi dengan penuh perhatian.
Baca Juga: Cerita Anies yang Pernah Beri Nama Stasiun MRT ‘ASEAN’, Sebut Jakarta Bukan Hanya Ibukota RI
Saat anak bercerita, tunjukkan bahwa anda memang mendengarkannya, seperti dengan anggukan dan lain sebagainya.
Ada baiknya, sebelum menasihati pun lihat dulu kondisi anak, apakah sedang butuh perhatian atau seperti apa karena nasihat pun akan sulit masuk bila kondisi anak sedang tidak baik-baik saja.
3. Jadilah Terbuka
Tanpa orang tua sadari, banyak dari perilaku anak memang mencontoh perilaku orang tua.
Baca Juga: Jenazah Pria di Ciliwung Diduga Pegawai Kemendagri yang Hilang, Jasad Diperiksa Lewat Tes DNA
Apabila ingin anak terbuka, terbukalah juga dengan mereka, seperti menceritakan pengalaman dan emosi yang pernah atau sedang dirasakan.
Contohnya dengan menceritakan pengalaman masa kecil, atau perasaan yang dialami saat menghadapi sebuah tantangan dan lain sebagainya.
4. Luangkan Waktu Secara Konsisten
Ikatan emosional tidak bisa dibangun begitu saja, perlu adanya konsistensi dari orang tua dalam meluangkan waktu agar bisa berinteraksi dengan anak.
Baca Juga: Elegan, Cerdas, dan Ramah Lingkungan: AION UT Hadirkan Gaya Hidup Urban Masa Depan
Misalnya, meluangkan waktu sekitar 15-30 menit setiap hari bersama anak tanpa gangguan apapun, seperti gadget dapat mempererat hubungan orang tua dengan anak.
Hal tersebut bisa dilakukan saat makan malam, jalan sore, atau sebelum anak-anak tidur.
5. Beri Dukungan Setiap Kali Anak Ingin Terbuka
Jika anak ingin bercerita, meskipun yang diceritakan merupakan hal-hal kecil, hargai itu, dan tunjukkan bahwa sebagai orang tua, anda juga menghargai keberaniannya.
Selain itu, anda juga bisa berterima kasih setelah anak bercerita, untuk menunjukkan bahwa sebagai orang tua akan menerima dengan sepenuh hati bila anak ingin terbuka.
Bisa jadi, anda dipercaya untuk menjadi tempatnya bercerita lagi di kemudian hari.
6. Hindari Menyalahkan atau Membandingkan
Anak juga biasanya akan tertutup bila merasa akan selalu dibanding-bandingkan dengan teman atau saudaranya setelah bercerita.
Baca Juga: Terekam CCTV, Bus 168 Tabrak Toko Bangunan di Jalur Rawan Kecelakaan Bayeman
Sehingga, fokuslah pada perasaan dan apa yang dibutuhkan anak, bukan pada hasil yang sebenarnya hanya bonus dari proses seseorang saat bertumbuh.
7. Bersabar
Bukan berarti, setelah anda berusaha untuk membuat anak lebih terbuka akan langsung berhasil karena setiap ikatan emosional antara anak dan orang tuanya membutuhkan waktu yang berbeda-beda.
Yang terpenting, usahakan untuk siap menjadi tempat bercerita anaknya kapanpun dan dimanapun, meski tidak bisa saat itu juga, pindahkan ke waktu lain yang sebisa mungkin di hari yang sama.
Baca Juga: 5 Tips untuk Memilih Jurusan Kuliah, Hindari Salah Pilih!









