Beranda / Entertainment / Review Film Korea Selatan Bergenre Thriller dengan Latar Belakang Psikologi, Revelations

Review Film Korea Selatan Bergenre Thriller dengan Latar Belakang Psikologi, Revelations

BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Revelations adalah film bergenre thriller dari Korea Selatan yang rilis di tahun 2025.

Uniknya, film ini mengangkat perspektif dari tiga orang dengan masalah kesehatan mental yang berbeda-beda.

Dengan tiga spektrum tersebut, pilihan yang mereka buat mengantarkan pada jawaban atas kejadian penculikan yang sedang berada dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Alasan Dibalik Urutan Penonton Story dan Rekomendasi Akun Saat Memencet ‘Ikon Pesawat’ di Instagram

Sebelumnya, kasus kriminal yang terjadi kembali menjadi pertanyaan bagi pihak kepolisian dan psikiater yang menangani salah satu narapidana yang berada dalam pemantauan setelah dipenjara.

Seiring berjalannya film, penonton akan diajak untuk menyelami latar belakang dari tiap karakternya.

Selain itu, penonton juga akan melihat luka apa saja yang mereka miliki sehingga menjadi penyebab munculnya pemikiran-pemikiran aneh, menakutkan dan berbentuk pengakuan dari Tuhan yang ada di kepala mereka.

Baca Juga: Apakah Susu Sapi Tidak Terlalu Dianjurkan untuk Sering Diminum?

Tetapi, perilaku dari ketiganya berbeda-beda, ada yang menjadikan luka tersebut alasan untuk berbuat baik dan ada yang menjadikannya alasan untuk berbuat buruk.

Perasaan sakit ketika menontonnya adalah ketika mengetahui bahwa mereka adalah korban.

Meski tidak membuat pernyataan “rata-rata pelaku adalah korban” menjadi pelajaran yang bisa diambil dari filmnya.

Baca Juga: 4 Fakta Terkini Skandal Dugaan Bullying Siswi MTs di Sulteng: Korban Anak Yatim, Diperlakukan Tidak Pantas

Justru, film ini menunjukkan bahwa pelaku tetap akan menerima ganjarannya, meski pelaku pernah menjadi korban sekalipun.

Kejahatan yang mereka alami dan lakukan tidak selalu memiliki pola yang sama, justru ada yang berbeda.

Dengan demikian, memutus rantai untuk menjadi pelaku setelah menjadi korban dapat membentuk generasi yang lebih baik kedepannya.

Baca Juga: Alternatif dari Psikolog dan Psikiater, Apakah Memang Tersedia?

Tag: