SMARTLIFE.ID – Ngaliwet, sebuah tradisi kuliner khas Sunda yang sarat filosofi kebersamaan, kembali diangkat dalam perayaan besar.
Kali ini, Gerakan Persatuan Nasional Nol Delapan (GPN 08) menggelarnya dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-80, sekaligus menandai setahun kepemimpinan Presiden ke-8.
Makan bersama di atas daun pisang, tanpa sekat kelas sosial, menjadi simbol syukur sekaligus wujud nyata nilai gotong royong yang diwariskan leluhur Nusantara.
Lebih dari sekadar perayaan pangan, acara ini menghadirkan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan tentunya menyatukan masyarakat lintas generasi melalui makanan, budaya, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Review Drakor Move to Heaven yang Berhasil Mengangkat Tema Berat dengan 10 Episode
Dengan suasana penuh kehangatan dan keterlibatan ribuan peserta, momen ini bisa menjadi cerita keluarga yang mengajarkan anak pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan cinta pada budaya sendiri.
Bogor. Ngaliwet Rakyat Sareng Presiden RI ke 8 digagas Gerakan Persatuan Nasional Nol Delapan (GPN 08) untuk memperingati Hari Pangan Sedunia ke 80 sekaligus Setahun Presiden RI ke 8 Bersama Rakyat di Sentul International Convention Center (SICC), 20 Oktober 2025.
Dukungan atas acara itu diamini dengan suara bulat oleh seluruh jajaran Dewan Pembina, Dewan Pakar, Dewan Penasehat dan 38 DPD GPN 08 yang hadir dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II GPN 08 di Bojong Koneng Cijayanti Kabupaten Bogor dengan tema “Rapatkan Barisan dan Konsolidasi Kekuatan hingga Ranting untuk Sukseskan Program Presiden RI ke 8 terkait Pangan, Koperasi dan UMKM, kemarin.
Ketua Umum GPN 08 H. Safrin Sofyan menyatakan bahwa saat ini GPN 08 yang dipimpinnya akan turut aktif mengisi buah kemenangan pasangan Prabowo – Gibran. Seperti diakuinya, bentuk dan dukungan GPN 08 saat pemenangan itu berpengaruh besar terhadap pemenangan satu putaran, apalagi GPN 08 dideklarasikan di Kertanegara IV langsung oleh Prabowo Subianto.
Baca Juga: PLN Icon Plus Perkuat Jaringan Telekomunikasi untuk Keandalan Kelistrikan di Mandalika
Dalam arahannya di depan ratusan peserta Rakornas, Safrin mengingatkan mulai saat ini GPN 08 harus mampu mengkosolidasi kekuatan dan soliditas sampai tingkat ranting untuk mengisi dan mengawal program pemerintah khususnya di bidang pangan, koperasi, umkm, energi terbarukan, MGB di desa tertinggal, terdepan dan terluar hingga pengentasan kemiskinan.
“Kemenangan saat itu kini sudah kita raih. Saatnya seluruh unsur organisasi di 38 Provinsi dan 316 Kabupaten kembali berjibaku sukseskan program yang dicanangkan Presiden,“ imbuhnya.
Dalam laporan ketua – ketua DPD, DPP GPN 08 sedang mengamati secara serius kasus sengketa lahan yang ada di Sintang Kalbar. Dalam laporan ketua DPD Kalbar GPN 08 Linda Susanti menyatakan bahwa ada pelanggaran prosedur hukum.
“Eksekusi ini dilakukan tanpa aanmaning, sidang insidentil, konstatering, dan pemberitahuan pengosongan lahan. Ini jelas pelanggaran prosedur,” tegas Linda.
Sementara Ketua DPD Aceh Said Rahmadi menyatakan bahwa daerahnya sudah menyiapkan lahan pertanian seluas 2500 hektar yang disiap menjadi kawasan pertanian terintegrasi untuk ditanami padi, jagung dan sweet shorgum. “Seluruh kawasan pertanian itu nantinya akan menggunakan pupuk prochip GPN 08 yang sudah terbukti bagus di benua Afrika,” jelas Said
Terkait acara “Ngaliwet Rakyat Sareng Presiden ke 8” yang digagas GPN 08, menurut ketua pelaksana “The Power of Eighth (08)” direncanakan dibuka Presiden Prabowo Subianto. “Acara itu dimeriahkan pula dengan Gebyar Inovasi Pangan Rakyat yang dihadiri 10.000 peserta serta didukung oleh tujuh kementerian yakni Koperasi, UMKM, Ekonomi Kreatif, Desa PDT, Pertanian, Lingkungan Hidup dan Badan Pangan Nasional.
“Saat ini kami telah bersurat kepada Menteri Sekretaris Negara untuk memastikan agenda Bapak Presiden bersedia datang di acara ini. Semoga dalam waktu dekat sudah mendapatkan kepastiannya,” ujar Tony yang juga Ketua Komite Ekonomi Nasional GPN 08.
Baca Juga: Pentingnya Detoks Dopamin (Dopamine Detox) Agar Hidup Tetap Seimbang
Ngaliwet ini budaya luhur tatar pasundan. Ada pesan filosofis tentang kebersamaan tanpa kelas dan kebersyukuran atas nikmat keberkahan pangan yang telah dianugerahi Allah kepada masyarakat Indonesia.
“Terlebih Presiden sangat perduli adat istiadat dan budaya masyarakat sunda dan bertempat tinggal juga di tatar pasundan. InsyaAllah beliau bersedia datang dan yang mimpin acara itu adalah Gubernur KDM,” papar Safrin.









