Beranda / Entertainment / Lonely Castle in the Mirror, Film Anime yang Diadaptasi dari Novel Best Seller Jepang

Lonely Castle in the Mirror, Film Anime yang Diadaptasi dari Novel Best Seller Jepang

 
 
BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Lonely Castle in the Mirror awalnya merupakan sebuah novel karya Mizuki Tsujimura yang kemudian diadaptasi menjadi film animasi Jepang dengan judul sama.
 
Di jepang, novel ini menjadi best seller dan memiliki rating 4.2/5 di Goodreads.

Menceritakan tentang tujuh siswa sekolah di Tokyo, Jepang yang memiliki masalah tersendiri namun disatukan oleh undangan seorang anak perempuan yang menggunakan topeng serigala.

Mereka diundang melalui cermin yang berada di rumah masing-masing dengan sinar berwarna-warni dan suara yang keluar darinya.

 
Baca Juga: Langkah Awal 2026, Mal Ciputra Jakarta Bangun Harmoni lewat Doa Bersama

Ketika mereka menyentuh cermin tersebut, mereka akan tertarik kedalamnya.

Setelah mereka masuk kedalam cermin, mereka akan dibawa ke sebuah istana seperti yang ada di judul filmnya.

Istana yang berada didalam cermin tersebut begitu megah tetapi terkesan sepi karena hanya ada mereka dan satu anak perempuan bertopeng tadi.

 
Baca Juga: Tidak Hanya Australia, Indonesia juga Punya Kangguru yang Berhabitat di Hutan

Saat ketujuh siswa tersebut sudah berkumpul, anak perempuan bertopeng akan menjelaskan peraturan di istana dan juga misteri yang perlu dipecahkan didalamnya.

Tidak sampai disitu, masing-masing dari mereka ternyata memiliki antusiasme yang berbeda-beda dalam hal memecahkan misteri tersebut.

Yang terlihat, kebanyakan dari mereka malah sudah merasa cukup untuk berada disana saja tanpa memecahkan misterinya.

 
Baca Juga: Double World, Film Bergenre Laga dan Fantasi Asal China yang Seru untuk Ditonton

Karena masalah yang sedang dihadapi masing-masing di dunia nyata terasa lebih genting.

Tetapi, yang menarik adalah hukumannya karena terdapat konsekuensi sosial, dimana jika satu orang melanggar peraturan maka yang lain (yang sedang bersama orang tersebut) akan terkena imbasnya.

Bisa dibilang, film ini seperti dongeng masa kecil tetapi konflik dan masalahnya juga dekat dengan orang dewasa.

 
Baca Juga: Ekspansi ke Bandung hingga Makassar, Sun Life Perkuat Peran sebagai Teman Seperjalanan Finansial

Di akhir, akan ada satu karakter yang menjadi benang merah dari ketujuh karakter tersebut meski pada akhirnya, ending film ini bisa diinterpretasikan berbeda-beda oleh penontonnya.

Tag: