SMARTLIFE.ID – Film SORE merupakan film baru yang digarap oleh Sutradara Yandy Laurens bersama timnya yang rilis di tahun ini.
Per 10 Agustus 2025, film-nya masih tayang di Bioskop.
Setelah membuat web series yang tayang di channel YouTube Tropicana Slim, film SORE lahir 8 tahun kemudian dengan konsep yang cukup berbeda.
Baca Juga: Rekomendasi Film Korea Bergenre Action, Special Delivery!
Artikel ini mengandung spoiler
1. Frekuensi putaran waktu (time loop)
Frekuensi time loop yang ada pada film SORE jauh lebih banyak dibandingkan dengan web seriesnya.
Selain itu, meski frekuensinya jauh lebih banyak, pada setiap adegan, terdapat perbedaan-perbedaan kecil yang membuat penonton tetap penasaran untuk mengikuti apa yang akan terjadi selanjutnya.
2. Variabel baru yang muncul
Di web series-nya, penonton akan cenderung berfokus pada 2 variabel saja, yakni Sore dan Jonathan.
Baca Juga: Bukan Torino, Jay Idzes Makin Merapat ke Sassuolo
Sedang di filmnya, terdapat variabel lain yang bukan berbentuk pemeran.
3. Masalah yang lebih kompleks
Dalam web series-nya, masalah yang muncul lebih berfokus kepada Sore dan Jonathan saja.
Sedang di film-nya, terdapat masalah lain yang memperluas dan memperdalam hubungan Sore dengan Jonathan.
Baca Juga: Mengapa Ada Beberapa Orang Tua yang Tidak Bisa Menasihati Anak secara Baik-Baik?
4. Ingatan Sore
Didalam web series, hanya ingatan Jonathan saja yang muncul, sedangkan di filmnya, ingatan Sore juga muncul.
5. Karakter
Didalam film SORE, karakter Sore dan Jonathan akan terlihat lebih jelas, entah sebagai perancang busana, maupun fotografer.
Sedang di web seriesnya, penonton hanya sekadar tahu saja, tetapi tidak bisa menikmati hasil dari karya yang dibuat, khususnya yang dihasilkan oleh karakter Jonathan.









